Apa kalian suka nongkrong? Nongkrong sama temen,
sahabat atau sama pacar? Tapi bagaimana jika waktu nongkrong bukan untuk ngobrol
tapi malah sibuk sendiri bermain smartphone. Kata teman saya dan kata temannya
dari teman saya saat diajukan sebuah pertanyaan sederhana yaitu ”apakah HP
berpengaruh terhadap kuantitas interaksi dengan orang yang berada disekitar
kita?” dari 33 orang yang ditanya 32 diantaranya menjawab berpengaruh. Dengan
berbagai macam alasan diantaranya; jadi sibuk sendiri, menjadi masing-masing,
sulit untuk ditanya dan sebagainya. Untuk satu orang yang memiliki jawaban
berbeda memiliki alasan yang kurang saya pahami yaitu, “tidak berpengaruh jika
tidak memainkan yang lain-lain”(gagal paham). Begitulah jawabnya.
Bermain HP memang baik seperti membaca bacaan yang bermanfaat(semisal berita, jurnal, e-book dll), ngobrol rindu dengan keluarga atau teman yang jauh, melakukan bisnis online dan sebagainya. Apakah pernah berfikir jika menggunakan hp memiliki dampak-dampak yang kurang baik? Seperti:
- Penglihatan terganggu
- Pandangan kabur
- Sakit kepala
- Kelainan postur tubuh
- Gangguan pendengaran
- Mengganggu tidur
- Mengurangi produktivitas
- Merusak otak
- Menimbukan kecanduan
- Susah tidur
- Kurang peduli terhadap sekitar(yang saya tanya di atas hehe)
Lalu apa kerugian dari ngobrol? Waktu nanya di mbah
google kebetulan gak nemu kerugiannya. Kalo mengobrol luntang lantung gak jelas
kemana arah pembicaraan pasti bingung mau ambil maanfaatnya itu apa? Tapi sadar
tidak sadar obrolan luntang lantung itu memberikan manfaat seperti, bisa
mengenal satu sama lain, kalo lucu bisa jadi hiburan kaya nonton stand up
komedi dan sebagainya. Obrolan luntang lantung saja bermanfaat bagaimana jika
obrolan itu terarah? Ya jelas lebih bermanfaatkan.
Dari salah satu medsos kebetulan saya menemukan
manfaat dari obrolan ringan. Yaitu:
1. Memberikan kesempatan untuk berkembang
saat sebuah obrolan ringan(oring) yang membuat orang lain tertarik bisa berkembang menjadi transaksi bisnis, persahabatan, atau mengubah persepsi orang yang semula negative dan lain-lain.
2. Membuat otak pintar
Penelitian yang dilakukan oleh University Of Michigan menemukan bahwa interaksi social dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memecahkan masalah.
3. Menghilangkan kepenatan
Kita bisa memulai obrolan ringan dengan teman kerja saat jam istirahat, berbagi cerita dan tawa sehingga perasaan stress menjadi berkurang dan beban kerja terasa ringan.
4. Membuat kita lebih focus
Jangan membiasakann hanya mengobrol melalui jejaring social atau obrolan online. Temui teman berbincang langsung. Akan banyak hal yang lebih focus jadinya.
5. Membuat kita semakin disukai pasangan
Jika ingin lebih disukai pasangan, maka rajinlah membuka obrolan ringan. Obrolan ringan bisa menjadi bentuk perhatian dan menghormati pasangan
6. Menjadi jalan keberhasilan
1. Memberikan kesempatan untuk berkembang
saat sebuah obrolan ringan(oring) yang membuat orang lain tertarik bisa berkembang menjadi transaksi bisnis, persahabatan, atau mengubah persepsi orang yang semula negative dan lain-lain.
2. Membuat otak pintar
Penelitian yang dilakukan oleh University Of Michigan menemukan bahwa interaksi social dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memecahkan masalah.
3. Menghilangkan kepenatan
Kita bisa memulai obrolan ringan dengan teman kerja saat jam istirahat, berbagi cerita dan tawa sehingga perasaan stress menjadi berkurang dan beban kerja terasa ringan.
4. Membuat kita lebih focus
Jangan membiasakann hanya mengobrol melalui jejaring social atau obrolan online. Temui teman berbincang langsung. Akan banyak hal yang lebih focus jadinya.
5. Membuat kita semakin disukai pasangan
Jika ingin lebih disukai pasangan, maka rajinlah membuka obrolan ringan. Obrolan ringan bisa menjadi bentuk perhatian dan menghormati pasangan
6. Menjadi jalan keberhasilan
Untuk
berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan, sukses bekerja sama dengan rekan-rekan
kantor, memenangkan proyek baru dan lain-lain, semua hanya bisa dilakukan
memulai sebuah obrolan yang menyenangkan.
Begitulah kata Ust. Cahyadi Takariawan(di komen
soalnya dipanggil ustad). Jadi bagaimana sekarang? Mau pilih cuek-cuek main HP
atau ngobrol?